Nataru Tetap Sepi, Bus di Terminal Purabaya Terpaksa Balik Garasi
JawaPos.com- Mendekati Natal dan tahun baru (Nataru) jumlah penumpang di Terminal Purabaya tak kunjung naik. Aktivitas di terminal pun masih lesu. Bahkan, banyak bus yang terpaksa balik garasi. Penyebabnya tak lain karena sepi penumpang.
Kepala Unit Terminal Purabaya Imam Hidayat mengatakan, aktivitas penumpang masih sepi seperti sebelumnya. Sehari rata-rata melayani tiga ribu penumpang. Pada hari libur, paling banyak sampai enam ribu orang. ’’Itu pun kadang tidak sampai,’’ ucapnya Kamis (9/12) siang.
Sedikitnya penumpang berpengaruh pada jumlah bus. Selama pandemi ini hanya ada 400 bus di Terminal Purabaya. Padahal, sebelum pandemi, jumlahnya bisa tembus 1.500 bus per hari. Apalagi menjelang Nataru seperti sekarang. ’’Sebelum pandemi, penumpang bisa 28 ribu per hari, bahkan 40 ribu kalau di hari libur,’’ lanjutnya.
Menurut Imam, tak kunjung meningkatnya penumpang itu disebabkan beberapa faktor. Selain pandemi, hal tersebut juga imbas penggunaan aplikasi PeduliLindungi. ”Banyak penumpang yang memilih naik di luar terminal. Terutama mereka yang tidak menggunakan gadget. Alasannya, takut dicek sudah akses aplikasi atau belum,’’ ungkapnya.
Selain itu, ada rencana pengetatan menjelang Nataru. Menurut Imam, banyak penumpang yang khawatir soal aturan baru. Termasuk para awak bus. ’’Mereka keberatan jika aturan antigen kembali diterapkan. Terlebih penumpang masih sepi,’’ katanya.
Banyak bus yang terpaksa balik garasi. Mereka memilih balik kanan karena biaya operasional tidak mencukupi. Meski begitu, persiapan menjelang Nataru bakal dilakukan. Selain rencana mendirikan posko, ada pemeriksaan kesehatan dan tes urine. Sasarannya para awak bus. ”Kegiatan ramp check juga akan dilakukan,’’ terang Imam.
Tindakan tilang bus pun dimasifkan. Dalam seminggu ini, setidaknya empat bus ditilang di dalam terminal. Penyebabnya, surat tidak lengkap dan tidak lolos uji emisi. ”Saya memastikan, mendekati Nataru pengawasan armada dan awak bus akan diperketat. Tujuannya, menghindari adanya kecelakaan,’’ ucapnya.
Sementara itu, pengurus PO Bus Sabar Indah Surabaya–Jember Susiono mengatakan, seminggu ini sudah ada enam bus yang balik garasi. Maklum, jumlah penumpangnya hanya tiga sampai lima orang. ’’Buat solar saja tidak cukup,’’ ujarnya.
Pengurangan armada memang dilakukan. Susiono juga keberatan jika ada pengetatan aturan perjalanan darat. Khususnya yang menggunakan bus. ”Imbasnya pasti penumpang tambah sepi. Belum lagi harus mengeluarkan biaya antigen,’’ tambahnya.
No comments:
Write comments