Sunday, June 7, 2020

Rp 1,5 Juta Per Hari, Keluarga Pasien Sesalkan Biaya APD yang Mahal

Rp 1,5 Juta Per Hari, Keluarga Pasien Sesalkan Biaya APD yang Mahal

Rp 1,5 Juta Per Hari, Keluarga Pasien Sesalkan Biaya APD yang Mahal -

JawaPos.com – Penuhnya kapasitas rumah sakit di Kota Surabaya dikeluhkan masyarakat. Selain sulit berobat, warga terbebani dengan mahalnya biaya perawatan di rumah sakit. Mereka terpaksa berutang untuk mendapatkan kesembuhan.

Keluhan disampaikan Nurlaili, warga Kelurahan Krembangan Selatan. Suaminya, M. Sochib, sempat menjalani perawatan selama sepuluh hari di RS Al Irsyad. Selama itu, mereka menghabiskan biaya hingga Rp 26 juta.

”Suami saya masuk RS pada 24 Mei malam karena demam. Saat itu sempat di-rapid test dan dinyatakan reaktif,” kata Nurlaili. Dia menjelaskan bahwa suaminya sempat menjalani tes swab dan hasilnya negatif. Karena tak terbukti terkena virus, pasien diperbolehkan untuk pulang ke rumah.

Menurut Nurlaili, dia sempat meminta suaminya agar dirawat di kamar kelas II atau III. Namun, saat itu sedang penuh. ”Karena ingin sembuh, terpaksa saya setuju masuk VIP,” jelas Nurlaili.

Dia sempat kaget. Sebab, ternyata biaya masuk VIP cukup tinggi. Selama sepuluh hari, keluarga Nurlaili harus mengeluarkan biaya hingga Rp 26 juta. Mereka terpaksa berutang karena tabungan tak cukup.

Ada beberapa pertanyaan di benak Nurlaili. Salah satunya, terkait dengan harga APD. Dari perincian nota, APD perawat dibebankan kepada pasien. Nilainya mencapai Rp 1,5 juta per hari. ”Yang ingin saya ketahui, apakah harga APD semahal itu. Suami saya sakit asam lambung dan tidak kena virus korona,” kata Nurlaili.

Wakil Pengurus RW 2 Kelurahan Krembangan Selatan Winarko berharap ada bantuan untuk keluarga Nurlaili. Sebab, penghasilan mereka pas-pasan. Mereka terpaksa berutang untuk menebus obat. ”Seharusnya, dia dapat keringanan. Tidak semahal itu,” kata Winarko.

Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RS Al Irsyad dr Ulfat Fuad membenarkan adanya informasi yang menyebutkan bahwa ada pasien yang telah menjalani rawat inap di RS tersebut. Dia menyatakan bahwa proses rawat inap di rumah sakit tersebut sudah melalui prosedur yang ditetapkan. Yakni, atas izin dan persetujuan dari pasien tersebut. Dia menambahkan, pihak yang bersangkutan juga telah bersedia membayar dengan ditandai tanda tangan pihak yang bersangkutan.

”Sudah menyetujui semuanya. Pada prinsipnya, kami itu tidak ada unsur paksaan sama sekali. Semuanya kami sampaikan dengan jelas di awal,” jelasnya. Dia menambahkan, pihaknya telah menjelaskan secara detail tentang jenis perawatannya dan prosedur medisnya. Kemudian, kemungkinan terburuk juga telah disampaikan.

”Bahkan, kami sudah menyampaikan kalau kami ini bukan RS rujukan. Tapi, pihaknya tetap memilih Al Irsyad,” ungkapnya. Pihaknya juga sudah memaparkan 15 rumah sakit rujukan di Surabaya. ”Kami sempat menelepon beberapa rumah sakit. Namun, rumah sakit rujukan itu penuh,” paparnya.

”Kalau Covid kan bergantung kondisi pasien. Kami tidak bisa memprediksi,” ungkapnya. ”Baiknya nanti saat Senin saja. Kabarnya akan ada pertemuan tentang hal ini Senin nanti,” lanjutnya. 

Rp 1,5 Juta Per Hari, Keluarga Pasien Sesalkan Biaya APD yang Mahal

No comments:
Write comments

Get More of our Update