BI Sulsel Siapkan Uang Tunai Rp 3,17 T Jelang Natal dan Tahun Baru
JawaPos.com–Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan siapkan uang tunai Rp 3,1 triliun. Itu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
”BI Sulsel telah menyiapkan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan uang tunai dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai dan layak edar,” kata Kepala Perwakilan BI Sulsel Causa Imam Karana seperti dilansir dari Antara di Makassar.
Dia mengatakan, pihaknya memperkirakan arus keluar uang tunai (outflow) pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 sebesar Rp 3,17 triliun. Angka itu meningkat sebesar 6,02 persen (yoy) dibandingkan periode sebelumnya pada 2020 sebesar Rp 2,99 triliun.
Besarnya penyediaan uang tunai tersebut didasari pertimbangan aktivitas ekonomi masyarakat yang makin meningkat seiring dengan penurunan level PPKM di berbagai daerah. Karena itu, lanjut Imam, BI Sulsel bersinergi dengan perbankan dalam memaksimalkan pendistribusian uang di berbagai wilayah.
”Nanti termasuk melalui kas titipan agar perbankan Sulsel memiliki kecukupan persediaan uang secara jumlah dan pecahan,” tutur Imam.
Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, BI Sulsel mewajibkan bank dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) menjaga ketersediaan uang dengan kualitas baik dan optimal. Termasuk di anjungan tunai mandiri (ATM).
Selain itu, menurut dia, disediakan layanan penukaran uang di loket perbankan. Sehingga, masyarakat dapat memperoleh pecahan uang sesuai dengan kebutuhan dan memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang sesuai dengan aspek K3 (kesehatan dan keselamatan kerja).
”Kepada masyarakat yang akan melakukan penukaran uang, BI Sulsel mengimbau agar penukaran dapat dilakukan secara kolektif, guna tetap menjaga physical distancing,” ujar Imam.
Sedang kepada bank yang menyediakan loket penukaran, dia meminta, agar dipastikan seluruh proses penukaran sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.
”Bank Indonesia berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan uang tunai secara cukup, dan terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non-tunai baik melalui digital banking, uang elektronik, maupun pemakaian QR Indonesia Standard (QRIS),” terang Imam.
Hal ini, menurut Imam, menyikapi perkembangan infrastruktur digital yang semakin berkembang diimbangi dengan kerangka aturan yang memadai telah mendukung terciptanya transaksi pembayaran non tunai dengan cepat, murah, mudah, aman, dan andal (cemumuah).
”Sehingga mengarah pada terwujudnya less cash society atau pengurangan penggunaan uang tunai oleh masyarakat,” ucap Imam.
No comments:
Write comments