Thursday, June 3, 2021

Penanganan Covid-19 Beri Sentimen Positif, IHSG Kembali Tembus 6.000

Penanganan Covid-19 Beri Sentimen Positif, IHSG Kembali Tembus 6.000

Penanganan Covid-19 Beri Sentimen Positif, IHSG Kembali Tembus 6.000 -

JawaPos.com – Penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah menjadi sorotan investor pasar modal. Program vaksinasi yang dilakukan secara masif dan kebijakan antisipasi potensi peningkatan penularan Covid-19 melalui PPKM mikro di beberapa wilayah mendapatkan apresiasi.

Direktur Investasi dan Kepala Makroekonomi PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) Budi Hikmat mengatakan, jumlah positive rate secara nasional selama libur lebaran sebesar 9,6 persen. Angka ini turun jauh dibandingkan positive rate saat libur akhir tahun lalu. Bahkan di DKI Jakarta, nilai positive rate sebesar 7,8 persen.

Berdasarkan data Our World in data, jumlah penerima vaksinasi di Indonesia dibanding negara setara di Asia sangat bagus. Tercatat 6 persen dari total penduduk Indonesia telah menerima dosis pertama.

Angka ini tertinggi nomer 2 setelah Malaysia dan jauh diatas Thailand dan Filipina yang belum mencapai 4 persen. Bahkan Vietnam baru mencapai angka 1 persen.

“Menurut kami, hal ini mampu meningkatkan kepercayaan investor khususnya asing terhadap perekonomian Indonesia dan merupakan salah satu penyebab terjadinya apresiasi nilai IHSG dan inbound dana asing,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (4/6).

Seperti diketahui, sejak perdagangan bursa dibuka setelah Libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tren positif. Pada awal pembukaan setelah libur lebaran, IHSG sebesar 5.833,86. Pada penutupan perdagangan Kamis 3 Juni 2021 IHSG ditutup ke level 6.091.

Menurutnya, nilai IHSG ini dapat menjadi salah satu tolok ukur pemulihan perekonomian Indonesia dimana saat ini angka IHSG sudah mampu melewati 6000 dan dana masuk asing ke pasar modal juga terus meningkat.

Berdasarkan data BEI, mulai libur lebaran hingga 31 Mei 2021, total nilai dana inbound oleh asing sebesar Rp 2,34 Triliun. “Kami optimistis dengan penanganan Covid-19 secara tepat akan semakin meningkatkan kepercayaan investor untuk kembali menanamkan investasinya di Indonesia khususnya di pasar modal,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi upaya konsisten pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi Indonesia melalui instrumen fiskal maupun nonfiskal melalui langkah-langkah antisipasi yang dilakukan Pemerintah dalam menangani potensi peningkatan angka Covid-19 setelah Libur Lebaran.

“Dengan dukungan yang kuat dari BI, OJK maupun LPS dalam hal penetapan suku bunga acuan yang kompetitif dan kebijakan relaksasi kredit mampu menjaga tren pemulihan perekonomian Indonesia,” tutupnya.

Penanganan Covid-19 Beri Sentimen Positif, IHSG Kembali Tembus 6.000

No comments:
Write comments

Get More of our Update