Saturday, June 6, 2020

Seorang Tersangka Teroris Meninggal di RS Polri Kramat Jati

Seorang Tersangka Teroris Meninggal di RS Polri Kramat Jati

Seorang Tersangka Teroris Meninggal di RS Polri Kramat Jati -

JawaPos.com – Seorang tersangka terorisme berinisial BK yang ditahan di Rutan Mako Brimob, Cikeas, Jawa Barat meninggal dunia karena sakit yang diderita. Dia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (2/6).

“Pasien meninggal dengan diagnosa pihak rumah sakit yaitu prolong fever+sepsis susp, meningitis+efusi pleura,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Awi Setiyono dalam keterangannya, Minggu (7/6).

Awi menjelaskan, sebelum meninggal terduga teroris tersebut mengeluh demam, mual dan muntah pada Senin (1/6) sekitar pukul 10.21 WIB. Kemudian diberikan pertolongan pertama oleh tim medis yang berada di tahanan.

Lalu pada pukul 10.31 WIB tahanan dibawa ke ruang medis Blok A dengan didampingi oleh salah satu aparat kepolisian untuk diperiksa oleh tim medis. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukan tekanan darah 110/70, suhu badan 36 derajat Celcius, nadi 120 kali per menit.

“Diberikan obat sesuai dengan yang dibutuhkan oleh korban,” ujar Awi.

Tak lama kemudia, pada pukul 10.45 WIB dari hasil pemeriksaan tim medis berkonsultasi dengan dokter tahanan, BK dirujuk ke RS Polri. Kemudian pada pukul 11.20 WIB, BK dibawa ke RS Polri Kramat Jati dengan dikawal oleh tim medis anggota Brimob dan tim piket.

Saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.12 WIB, BK langsung dibawa ke ruang IGD untuk segera diberikan tindakan medis. Tak lama kemudian, dia pun ditempatkan di ruang perawatan.

“Pada Selasa (2/6) sekitar pukul 12.33 WIB, BK mengembuskan napas terakhirnya,” beber Awi.

Menurutnya, sebelum meninggal mengalami panas tinggi mendadak. BK pun terlihat mengalami sesak nafas dan penurunan kesadaran sehingga dilakukan pertolongan pertama. Namun, setelah itu dilakukan tidak ada perbaikan atau perubahan.

Awi menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter saat masuk ke RS Polri, BK memiliki tekanan darah 120/70, nadi 103, RR 20, suhu 38,3. Hasil rontgen dada, terlihat adanya cairan di pleura kanan dan langsung mendapat terapi sesuai kondisi klinisnya.

Jenazah BK, lanjut Awi, telah dibawa pihak keluarga pada Kamis (4/6) dengan disertai surat penolakan untuk dilakukan otopsi dari pihak keluarga. Karena berdasarkan dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan.

“Jenazah Bagus kini sudah dimakamkan di Sukoharjo, Jawa Tengah,” tukas Awi.

Untuk diketahui, BK telah menjadi tahanan Rutan Cabang Mako Brimob, Cikeas, Jawa Barat sejak 27 November 2019. Dia ditahan karena terjerat kasus terorisme pada 3 Juni 2019.

Dia diduga memiliki hasrat terhadap terorisme sejak tahun 2014. Saat itu, BK sudah tertarik dengan kelompok ISIS yang dia ketahui melalui jejaring sosial Facebook.

Pada 2015, BK bergabung dengan salah satu kelompok teror yang sudah memiliki rencana akan menyerang kantor polisi atau personel Polri yang berada di Solo, Jawa Tengah.

Sebelum melakukan penyerangan, mereka lebih dulu melakukan idad atau persiapan berupa latihan fisik maupun keterampilan menembak menggunakan senapan modifikasi spirtus amunisi gotri.

Seorang Tersangka Teroris Meninggal di RS Polri Kramat Jati

No comments:
Write comments

Get More of our Update