Saturday, June 6, 2020

Penyidikan Tersangka Informan KKB Ditangani Polda Papua

Penyidikan Tersangka Informan KKB Ditangani Polda Papua

Penyidikan Tersangka Informan KKB Ditangani Polda Papua -

JawaPos.com–Penyidikan terhadap informan pemasok informasi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus dilakukan. Tersangka Ivan Sambom, petugas pengamanan internal PT Freeport Indonesia, kasusnya kini ditangani Kepolisian Daerah Papua.

Kepala Kepolisian Resor Mimika AKBP IGG Era Adhinata menyebutkan, penyidikan perkara tersangka Ivan Sambom, sudah lama dilimpahkan ke polda.

”Jadi setelah rilis pengungkapan kasus penegakan hukum terhadap KKB oleh Bapak Kapolda dan Bapak Pangdam di Mako Brimob Mil 32 beberapa waktu lalu,” kata Era Adhinata seperti dilansir dari Antara.

Kapolres mengatakan, saat fokus menyelidiki perkara TW, anak buah Joni Botak, pimpinan KKB Kali Kopi yang diamankan beberapa hari lalu. ”Kalau TW, kami tangani dulu di Timika untuk pengembangan kasusnya,” jelas Era Adhinata.

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika dibantu Satgas Nemangkawi telah melakukan rekonstruksi di beberapa lokasi di kawasan hutan belakang Kota Kuala Kencana. Rekonstruksi tersebut sangat penting untuk dapat memahami secara detil bagaimana proses perencanaan hingga penyerangan KKB ke pusat perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana pada 30 Maret yang menewaskan seorang pekerja asing asal Selandia Baru, Graeme Thomas Wall.

”Tersangka TW menunjukkan lokasi-lokasi dimana mereka menggelar pertemuan di hutan itu. Mereka kumpul dimana dan siapa-siapa saja yang hadir saat itu terungkap saat rekonstruksi. Peran dia sendiri saat itu membawa amunisi untuk diserahkan ke Joni Botak. Amunisi itulah yang digunakan Joni Botak untuk melakukan penembakan di Kuala Kencana,” terang Era Adhinata.

Adapun rekan TW yang ikut diamankan saat keluar dari Wisma Atlet, YM tidak ikut diproses lantaran belum memiliki rekam jejak terlibat dalam berbagai kasus kekerasan maupun tindak pidana. ”Kami harus profesional. Kalau tidak terbukti, kami akan bebaskan dari tahanan walaupun yang bersangkutan mengaku sebagai anggota pasukan kelompok itu,” ujar Era Adhinata.

Sementara itu, tersangka Ivan Sembom alias Indius Sembom diamankan saat aparat gabungan TNI-Polri menggerebek sebuah kamp persembunyian KKB di Jalan Trans Nabire, Kampung Jayanti, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika pada 9 April. Dia sehari-hari bertugas sebagai petugas keamanan di Pusat Perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana. Bangunan yang ditempati KKB untuk bersembunyi itu milik Ivan Sembom.

Dalam penggerebekan itu, dua anggota KKB atas nama Tandi Kogoya alias Tandi Kiko dan Manu Magai tewas. Aparat juga mengamankan satu pucuk air softgun, senjata rakitan, 162 butir peluru, 10 selongsong peluru, 20 telepon genggam, dua HT, tiga bendera bercorak bintang kejora, tiga bilah kampak, tiga busur panah, 90 anak panah, 11 bilah parang, tujuh senapan angin, dan 11 potongan atau bagian senapan angin.

Dari hasil penyelidikan, tersangka Ivan Sambom diketahui bergabung dalam organisasi KNPB (Komite Nasional Papua Barat) Mimika dengan jabatan sebagai penasihat.

”Dia berperan sebagai pemasok logistik, juga memberikan berbagai informasi. Saat olah TKP di Kantor OB 1 PTFI Kuala Kencana, saya bersama Bapak Pangdam XVII Cenderawasih mencurigai ada pihak yang mengarahkan kelompok ini masuk ke area pusat manajemen PTFI. Ternyata kecurigaan kami benar, sebab saudara Ivan Sambom juga bekerja sebagai petugas security PTFI,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Tersangka Ivan Sambon juga beberapa kali diketahui memberikan informasi kepada KKB pimpinan Lekagak Telenggeng (Kelompok Yambi Puncak Jaya, Militer Murib (Kelompok Ilaga Puncak), Abubakar Kogoya, dan Yulius Kobogau tentang pergeseran pasukan termasuk meng-update informasi tentang posisi aparat keamanan. Di samping itu, kata Kapolda Papua, terangka juga kerap kali membuat postingan di media sosial yang bersifat mendukung perjuangan dan gerakan separatis OPM.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Penyidikan Tersangka Informan KKB Ditangani Polda Papua

No comments:
Write comments

Get More of our Update