Pemkab Malang Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Kedatangan Para Santri
JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan protokol kesehatan bagi para santri yang akan kembali ke pondok pesantren di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 15 Juni. Pemerintah Kabupaten Malang akan melakukan pengawasan dengan menerjunkan tim medis di tiap-tiap pondok pesantren sebagai langkah deteksi dini persebaran Covid-19.
Bupati Malang M. Sanusi seperti dilansir dari Antara di Malang mengatakan, pemkab akan menerjunkan tim medis dari dinas kesehatan ke pondok-pondok pesantren untuk melakukan pengawalan kedatangan para santri. Nanti, tim medis akan melakukan pengecekan suhu tubuh para santri yang datang dari berbagai wilayah tersebut.
”Jika didapati suhu tubuh tinggi dan gejala yang mengarah Covid-19 akan dilakukan observasi dan tes cepat atau rapid test,” terang Sanusi.
Menurut Sanusi, jika hasil tes cepat dinyatakan reaktif, para santri yang berasal dari wilayah Kabupaten Malang akan diberikan tes swab untuk mengetahui apakah santri tersebut positif terjangkit virus korona atau tidak. ”Namun, jika santri yang reaktif berasal dari luar daerah, akan diantar kembali ke tempat tinggalnya, selama berdomisili di wilayah Jawa Timur,” ujar Sanusi.
Namun, jika santri yang kedapatan reaktif tersebut berdomisili di luar Jawa Timur, para orang tua akan diminta untuk menjemput anak mereka. Pemerintah Kabupaten Malang mengimbau pada seluruh pondok pesantren, untuk menyiapkan ruang isolasi.
”Kami mengimbau semua pondok untuk menyiapkan ruang isolasi. Jika tidak memiliki, akan diarahkan ke Rusunawa ASN milik Pemkab Malang,” kata Sanusi.
Di wilayah Kabupaten Malang terdapat 677 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 48.220 orang. Para santri tersebut akan kembali ke pondok pesantren pada 15 Juni.
Di wilayah Kabupaten Malang, hingga saat ini terdapat 103 orang yang positif terjangkit virus korona. Dari jumlah 103 orang pasien positif tersebut, 39 orang sudah dinyatakan sembuh, 18 orang meninggal dunia, dan sisanya masih dalam perawatan.
Saksikan video menarik berikut ini:
No comments:
Write comments